Bosindoro.com, JAKARTA--Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) bersama Nurbaya Initiative dan PT Pos Indonesia menargetkan digitasilasi 8 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) baru hingga 2020.
Menkominfo Rudiantara menuturkan, bila UMKM berbasis digital dijalankan maka produktivitas kinerjanya akan bertambah dua kali lipat. "Apalagi di saat ekonomi Indonesia tumbuh, presentasenya tentu akan terus bertambah dari kontribusi UMKM ini," katanya melalui siaran resmi, Minggu (19/6/2016).
Meskipun demikian, dia mengakui, saat ini masih banyak pelaku UMKM yang masih enggan menggunakan internet untuk transaksi atau e-commerce. Padahal para pengusaha sudah memiliki akun di sejumlah media sosial.
Oleh karena itu, pemerintah bersama Nurbaya Initiative dan PT. Pos Indonesia akan menggiring para pelaku UMKM melakukan sistem O2O (offline to online). Dalam pengapliasasiannya, penjual melakukan transaksi online dan barang dikirim secara offline.
Rudiantara mengatakan, kerja sama yang dilakukan oleh Pos Indonesia dan Nurbaya Initiative akan mempercepat target pemerintah dalam mengenalkan serta mengajak 8 juta UMKM beroperasi di ranah digital.
“UKM bisa menyumbang lebih dari 58% persen GDP Indonesia. Teknologi bisa menjadi enabler dan memberi nilai tambah bagi pelaku industri lokal dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Pemerintah juga akan membuat 1 juta hosting co.id untuk seluruh UMKM secara gratis. Bila kebutuhan masih tinggi, maka dimungkinkan untuk menambah 1 juta hosting lagi, sehingga total 2 juta situs.
Andy Sjarif, CEO Nurbaya Initiative, mengatakan pihaknya bersama Pos Indonesia akan menyediakan market place untuk para pelaku UMKM. Hal itu akan membantu para pengusaha dalam mempromosikan dan mendongkrak penjualan.
Menurutnya, saat ini bisa saja pelaku UMKM membuat market place sendiri. Namun, alokasikan dana untuk meningkatkan traffic, visitor, dan biaya iklan membutuhkan biaya tinggi. "Nilainya tak sedikit. Kondisi inilah yang akan kami akomodir melalui Nurbaya Intiative," paparnya.
Dalam kerja sama ini, Nurbaya Initiative bertindak sebagai kurator untuk menentukan produk yang akan dipasarkan. Sementara Pos Indonesia membantu dalam hal distribusi barang dan sistem pembayaran. Kerjasama ini akan menyasar 2 juta UMKM di tahun depan, sehingga pada 2020 sudah mencapai 8 juta UMKM go digital baru.
Gilarsi Wahju Setijono, Presiden Direktur PT. Pos Indonesia, mengatakan untuk menyasar 2 juta UMKM tersebut, pihaknya akan menerjunkan petugas di lapangan untuk membantu pelaku UMKM dalam menjual produknya di ranah online.
Dengan cakupan PT. Pos Indonesia yang luas dan tersedia di seluruh Indonesia, pihaknya optimis bisa membantu lebih banyak UKM yang ingin terhubung secara online.
"Nantinya petugas pos yang dilengkapi dengan peralatan untuk berjualan secara online akan berkeliling, dan langsung memberikan arahan (kepada UKM) untuk memamerkan (produknya) die-commerce,” jelasnya.
Menurut Gilarsi, paling lambat akhir tahun ini petugas Pos Indonesia sudah dibekali perangkat khusus saat berkeliling di wilayah masing-masing.
Source : [industri.bisnis.com]

0 Comments