Amazon Siap Masuk Indonesia, Guncangan Besar Bagi E-Commerce Lokal ?

Situs e-commerce besar asal Amerika Serikat, Amazon, siap masuk Indonesia. Membawa investasi senilai US$600 juta (Rp 7,9 triliunan), kehadiran situs toko online tersebut diprediksi menimbulkan guncangan besar bagi e-commerce lokal.


“Amazon sudah mengumumkan akan membuka e-commerce di Indonesia. Mereka akan menghabiskan investasi US$600 juta (sekitar Rp7,9 triliun) untuk tahun pertamanya di sini. Hanya saja belum diketahui kapan persisnya Amazon akan mulai beroperasi,” tutur Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa, seperti dilansir via situs Kontan (18/6/2016).
Sebelumnya, di bulan April 2016, raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba, telah mengakuisisi Lazada dan melenggang ke Tanah Air. Tidak hanya Alibaba, berbagai e-commerce mancanegara, termasuk JD dan eBay yang bermitra dengan Telkom, telah tergiur dengan pasar bisnis e-commerce Indonesia yang diprediksi dapat bernilai sekitar US$130 miliar (Rp 1.724 triliunan) di tahun 2020. Potensi bisnis tersebut dinilai menjadi pemicu ketertarikan Amazon untuk mendarat di Indonesia.
Menurut analisa Daniel, masuknya Amazon tidak akan mampu dilawan oleh e-commerce lokal. Dirinya menilai belum ada e-commerce Indonesia yang memiliki kemampuan finansial dan teknologi seperti Amazon.
Sampai saat ini, investasi terbesar dari e-commerce lokal hadir lewat MatahariMall. Bisnis online milik Lippo Group tersebut disertai modal sebesar US$500 juta atau sekitar Rp 6,6 triliun.
Sementara itu, Amazon memiliki taktik tersendiri untuk menguji pasar suatu negara selama satu tahun pertamanya. Modal besar yang dimiliki e-commerce tersebut akan digunakan semaksimal mungkin untuk membangun infrastruktur atau menggelar promosi besar-besaran untuk menghantam pemain lokal. Setelah itu, maka Amazon akan memutuskan akan tetap berada di sana atau keluar.
“Contohnya saja di India. Situs Flipkart yang semula jadi leader, marketnya langsung hilang 50% dalam waktu satu tahun,” tutur Daniel.
Namun hal ini tidak berarti Amazon tak pernah gagal. E-commerce asal AS tersebut keluar dari pasar Tiongkok dalam waktu setahun. Pasalnya pasar Tiongkok telah dikuasai Alibaba.
Yang menarik, bagaimana e-commerce lokal seperti MatahariMall, Tokopedia, Bukalapak, Bhinneka, dan Blibli dapat mempertahankan posisinya di tengah masuknya Amazon ke Indonesia. “Kita lihat saja, persaingannya akan jadi menarik,” tandas Daniel.

source :[news.hargatop.com]

Post a Comment

0 Comments